KAMUS ORANG DEWASA 🧔 #PART 2
Kalau Part 1 itu kamus dasar, Part 2 ini sudah level lanjut. Bahasanya sama-sama Indonesia, tapi maknanya tergantung situasi, nada suara, dan mimik muka. Dan yang paling bahaya: kita semua sekarang lancar pakainya. ---------- “Dipikir-Pikir Dulu” Kalimat ini terdengar bijak. Padahal artinya masih abu-abu. “Gimana menurutmu?” “Tak pikir-pikir dulu ya.” Dipikirnya kapan? Di mana? Sambil ngapain? Biasanya kalimat ini muncul saat seseorang: nggak mau nolak tapi juga nggak mau iya dan pengin waktu buat ngilang pelan-pelan ---------- “Aku Nggak Enak Sebenernya” Ini kalimat pembuka sebelum keputusan sepihak. “Aku nggak enak sebenernya, tapi ya gimana…” Begitu kalimat ini keluar, yang lain otomatis harus maklum. Karena kalau nggak maklum, kita yang jadi nggak enak. Padahal hasil akhirnya tetap sama: kita yang ngalah. ---------- “Kayaknya” “Kita kayaknya bisa…” “Kayaknya sih aman…” “Kayaknya nggak masalah…” Kata “kayaknya” itu bukan analisis. Itu doa tanpa niat ngecek. Kalau berhasil: “Kan aku ...